Tak Jadi Mengubur Mayat
Ini adalah cerita yang pernah saya dengar dari bapak saya belasan tahun silam. Seorang pria, namanya Amin, yang penakut dan agak tuli, suatu ketika diminta memakamkan mayat seorang nenek tua asal panti jompo. Bersama Budi, rekannya, ia memakamkan mayat itu di sebuah bukit.
Di perjalanan memakamkan mayat itu, Budi yang memegangi keranda di bagian belakang berkata kepada Amin, "Min, langitnya mendung ya...."
Si Amin, yang agak tuli nan penakut itu salah dengar! Ia mendengar Budi berkata, "Min, perut mayatnya kok melembung ya?" Ia pun mempercepat langkahnya, sehingga membuat Budi yang di belakangnya agak kerepotan.
Beberapa saat kemudian hujan turun rintik-rintik. Budi berkata kepada Amin, "Min, gerimis lho!"
Amin, salah dengar lagi: "Min, meringis lho!" Wah, dikira si Amin mayatnya meringis! Ia pun setengah berlari membawa mayat itu, membuat Budi kelabakan.
Tak lama kemudian hujan turun amat deras. Budi yang kelabakan membawa mayat karena Amin berlari kian cepat, juga karena ingin istirahat akibat hujan menderas, berteriak: "Min, berhenti!!!"
Nah, sayangnya lagi-lagi Amin salah dengar ucapan Budi. Didengarnya, "Min berdiri!!!" Dikira Amin mayatnya berdiri! Waduh, jantung Amin jadi tidak karu-karuan karena ini. Tanpa pikir panjang, ditinggalkannya Budi sendirian, lalu lari tunggang-langgang.
sonic ^_^
––––•(-•»(¯(†£åGí §êDíh†)™¯)«•-)•––––
Di perjalanan memakamkan mayat itu, Budi yang memegangi keranda di bagian belakang berkata kepada Amin, "Min, langitnya mendung ya...."
Si Amin, yang agak tuli nan penakut itu salah dengar! Ia mendengar Budi berkata, "Min, perut mayatnya kok melembung ya?" Ia pun mempercepat langkahnya, sehingga membuat Budi yang di belakangnya agak kerepotan.
Beberapa saat kemudian hujan turun rintik-rintik. Budi berkata kepada Amin, "Min, gerimis lho!"
Amin, salah dengar lagi: "Min, meringis lho!" Wah, dikira si Amin mayatnya meringis! Ia pun setengah berlari membawa mayat itu, membuat Budi kelabakan.
Tak lama kemudian hujan turun amat deras. Budi yang kelabakan membawa mayat karena Amin berlari kian cepat, juga karena ingin istirahat akibat hujan menderas, berteriak: "Min, berhenti!!!"
Nah, sayangnya lagi-lagi Amin salah dengar ucapan Budi. Didengarnya, "Min berdiri!!!" Dikira Amin mayatnya berdiri! Waduh, jantung Amin jadi tidak karu-karuan karena ini. Tanpa pikir panjang, ditinggalkannya Budi sendirian, lalu lari tunggang-langgang.
sonic ^_^
––––•(-•»(¯(†£åGí §êDíh†)™¯)«•-)•––––
posted by <-·† §þé€Ð h𣡢z †·-> @ 07.13,
1 Comments:
At 5 Mei 2008 pukul 17.28,
sWeeTy de aNgeLa said...
sumpah yaaa...lo masukin berapa joke sih hari ini????
parahhh...bisa sakit perut gw bacain ssemua postingan jokes lo hari iinii.....
^_^